Sunday, 6 December 2009

KUEH NYONYA & IBU

Pada gedung mewah itu
mengambang bau pandan.
Kueh nyonya tersusun rapi,
cantik berwarna warni.
Teringat aku buah hulu kemboja,
kueh kacau, dan seri muka,
air tangan ibu, puluhan tahun dahulu.

Bau ekspresso juga mengambang di udara.
Sepasang kekasih mabuk bercinta,
cawan kopinya bersindirian di meja.
Aku teringatkan teh o tanpa gula
dalam teko hijau dari Cina,
setiap hari menunggu di dapur.
Ibuku tahu kami selalu dahaga,
dan teko itu untuk seluruh keluarga;
harus ditambah airnya bagi
menggantikan keringat yang sejat.

Bau ekspresso yang harum
membuat aku rindu pada ibu,
dan kasihan yang berpanjangan.

Ibu adalah mawar,
dan segala-galanya
yang bernama bunga.


BahaZain
Awal Disember 09.

1 comment:

  1. begitu mengenangkan kampung halaman namun ada perkara yang menghalang untuk pulang.

    ReplyDelete